//
archives

Uncategorized

This category contains 28 posts

KONVENAS Karismatik

Majalah-HIDUP-Konvenas-Karismatik_0Sajian Utama:

Konvenas XI Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) di Denpasar, Bali, 15-18/10 baru saja usai. Hasilnya? Mereka sepakat membumikan dan mengobarkan semangat pelayanan kasih-Nya pada sesama. Mereka juga mengundang Robert Canton, pewarta dan penyembuh dari USA untuk urun rembug untuk PKK Indonesia. Panitia mengaku lega karena kegiatan ini juga didukung oleh kelompok kategorial dan teritorial lain di Bali. Moderator BPN PKK, Pastor Antonius Gunardi MSF yakin, kelompok ini bisa bertahan, jika mengakar pada Jesus.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Bangga Jadi Katolik

Bali memang membanggakan. Pura, penjor, patung di depan rumah dengan pakaian bercorak hitam putih, sesajen di sudut bangunan, merupakan produk budaya yang bisa dipandang, diraba, atau bahkan diinjak. Perasaan bangga ini mencuat pada Konvensi Nasional Pembaruan Karismatik Katolik XI, Denpasar, Bali, Kamis-Minggu, 15 – 8/10. Bayangkan, peserta datang dari hampir seluruh keuskupan di Indonesia, kecuali Keuskupan Padang. Mereka datang dari Persekutuan-Persekutuan Doa Karismatik Katolik…

Semakin Membumi

Konvensi Nasional merupakan refleksi perjalanan iman para anggota PKK. Semula, hajatan nasional yang diadakan setiap tiga tahun ini disebut pra kongres. Ketika itu, 10- 11 Januari 1981, anggota Badan Pembaruan Karismatik yang meliputi Jakarta, Bogor, Semarang, Surabaya, Malang, dan Denpasar mengadakan pra kongres di Jakarta. Selama 11 kali Konvenas, jumlah pesertanya semakin meningkat. Misalnya, Konvenas I  di Jakarta…

Takut tapi Percaya Baca lebih lanjut

Iklan

Santo Baru dari Hawaii

Majalah_HIDUP_Santo_Damian_0Sajian Utama:

MINGGU, 11 Oktober 2009 merupakan hari bahagia bagi para pengikut jejak Pastor Damian de Veuster SSCC. Karena imam pelayan orang kusta di Molokai ini dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XVI. Di Indonesia para penerusnya, antara lain Gisela Borowka, asal Jerman, dan Sr Agustina Rante Alo JMJ, asal Tana Toraja. Mereka terus mengabdikan hidupnya melayani penderita kusta di RS Kusta Alor, dan RS Kusta Sitanala, Tangerang. Walau diberantas, penyakit ini tetap saja belum tuntas. Penderita kusta masih ada, seperti Abdullah, warga Ciputat, Tangerang.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT) MAJALAH HIDUP:

Menapaki Jejak Damian

Saat berusia sepuluh tahun, Gisela Borowka sungguh terkesan membaca kisah Pastor Damian de Veuster SSCC. “Sejak itu, saya bertekad ingin mengikuti jejaknya,” ungkapnya. Keinginan itu tak lekang seiring bergulirnya waktu. Tatkala studi keperawatan di Wuezburg, Jerman, Gisela berkarib dengan Isabella Diaz Gonzales. Sobatnya itu kerap bertutur tentang kondisi para penderita kusta di Lembata, Flores. Lalu,…

Rasul dari Molokai

Setiap kali senja beringsut, Damian de Veuster merendam kakinya yang kebas di sebuah baskom berisi air hangat. Namun, awal Desember 1884, kakinya mulai mati rasa. Seketika Damian tersadar telah terjangkit kusta. Apalagi, sudah sebelas tahun ia melebur di antara orang-orang kusta. Sejak awal berkarya di Kalaopapa, Molokai Utara, sebuah pulau kecil di gugusan Kepulauan Hawaii …

Menuju Kanonisasi Baca lebih lanjut

Santo Fransiskus dari Assisi

Fransiskus_Asisi_0Sajian Utama:

Setelah 800 tahun, kehidupan dan keteladanan Santo Fransiskus Assisi sebagai hamba Kristus masih terus menggema dan mewarnai kehidupan para pengikutnya, baik imam, biarawan, biarawati maupun awam. Berbagai ordo regular dan sekular telah dilahirkannya. Karya-karya besar kemanusiaan telah dirintisnya. Sejumlah tradisi dalam Gereja Katolik pun telah diwarnai oleh gerakan orang kudus dari kota Assisi Italia ini. Sebuah kota kecil yang menjadi saksi pertemuan damai antaragama sedunia. Laporan selengkapnya simak sajian ini.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Semangat Fransiskus dari Asisi

“Jika ada sepuluh Fransiskus, maka tidak perlu ada sebuah revolusi,” ujar Illich Lenin, seorang tokoh besar komunis. Seorang biksu India pun berkata, “Kirimlah seorang Fransiskus dari Assisi kepada kami, niscaya akan terdapat jutaan umat Kristen di India.” Fransiskus, itulah Orang Kudus Milenium II, gelar yang diberikan Majalah TIME lewat artikelnya The Most Important People of The Millenium, 31 Desember 1999….

Perjuangan Santa Clara

Gadis belia itu pergi meninggalkan rumah dan keluarganya untuk menjalani kemiskinan di dunia ini. Dia pasrah seutuhnya kepada Kristus. MINGGU, 18 Maret 1212, saat hari sudah mulai larut malam, semua anggota keluarga bangsawan tuan tanah di Assisi sudah tidur lelap. Pagi harinya, mereka mengikuti upacara Minggu Palma di Katedral Assisi, Italia. Hanya seorang putrinya masih sibuk berbenah…

Pengikut Fransiskus

Selain menjadi biarawan/ti yang hidup berdasarkan semangat St Fransiskus Assisi, siapapun bisa mengikuti cara hidupnya dengan tetap menjadi awam. Di Indonesia, para awam pengikut St Fransiskus Assisi berhimpun dalam Ordo Ketiga Sekular (OFS). Berani melepaskan segala kenikmatan duniawi, kemudian hidup dalam suasana kasih persaudaraan, dan tidak punya apa-apa, adalah cara hidup yang dilakukan St Fransiskus Assisi. Sama dengan jumlah murid Yesus, yang pertama mengikuti cara hidup seperti ini juga berjumlah 12 orang… Baca lebih lanjut

Ordo Salib Suci

Sajian Utama:

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kapitel Jenderal OSC diselenggarakan di Indonesia, belum lama ini, tepatnya Ordo_Salib_Suci_0di Bandung, Jawa Barat. Apa isinya? Mereka menegaskan kembali visi misi Ordo, yakni hidup berliturgi dan hidup berkomunitas. Karya-karya Ordo ini juga bervariasi, yakni pendampingan kaum muda, dan pendidikan. Untuk mewujudkan impian Ordo tentu banyak tantangannya, seperti disampaikan Provinsial OSC, antara lain banyak imam muda yang cepat mengalami krisis, belum lagi tantangan pastoral di tanah Sunda. Lengkapnya simak laporan kami.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Dari Kapitel Ordo Salib Suci

Dalam usia menjelang 800 tahun, untuk pertama kalinya Ordo Salib Suci (OSC) menggelar Kapitel Jenderal di Indonesia. Ordo yang memiliki pakaian mirip pinguin ini tersebar di Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, dan Papua. Dalam Kapitel, komunitas normatif menjadi isu yang sempat memanas…

Liturgi, Prioritas Salib Suci

“Wah, saya senang mengikuti kursus liturgi di Institut Liturgi Sang Kristus Indonesia (ILSKI). Akhirnya, saya mengetahui apa itu liturgi dan bagaimana mempraktikkan liturgi dengan baik.” Salah seorang peserta kursus liturgi, Laurentius Susanto Nugroho, menyatakan kesannya saat ia mengikuti kursus liturgi di Gedung ILSKI, Rumah Retret Pratista, Cimahi, Jawa Barat, Jumat, 2/9. Warga Paroki Santa Monika Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten ini mengaku, lewat kursus ini ia mengetahui mana praktik liturgi yang benar dan yang salah menurut Gereja….

Karya Salib Suci di Jawa Barat

Bertambah banyaknya imam Projo di Keuskupan Bandung justru sangat bagus. Ini menantang OSC terus berkembang mencari lahan karya baru di luar Keuskupan Bandung.  Hal ini disampaikan Provinsial Ordo Salib Suci, Pastor Agustinus Rahmat Widiyanto ,OSC, saat diwawancarai, RB Yoga Kuswandono dari HIDUP di Provinsialat OSC Jalan Nias, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 30/9… Baca lebih lanjut

OMK: Live The Eucharist!

OMKSajian Utama:

Asian Youth Day di Filipina November 2009 sudah dekat. Tiga Orang Muda Katolik (OMK) di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya sudah siap diri dengan bekal rohani dan pentas budaya. Mereka antusias, dan banyak harapan yang mau dicapai. Selain itu disajikan pula hal-hal terkait OMK, misal Perayaan Ekaristi kaum muda, asal usul istilah Mudika, dan usaha Penerbit OBOR menyapa OMK melalui buku Oase Rohani – Ziarah Batin Kaum Muda 2010. Terakhir berupa tanggapan Pastor Sekretariss Eksekutif Komkep KWI, Pastor Y. Dwi Harsanto Pr terhadap Asian Youth Day, dan kiprah OMK.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Menuju Asian Youth Day

Aldeledis Maria Goreti Kokoy tak menyangka dirinya akan mengikuti Asian Youth Day (AYD) di Filipina pada 20-27 November 2009 mendatang. Suatu hari, Ledis –sapaannya menulis kabar tentang acara ini lewat sebuah situs jejaring pertemanan. Ia prihatin, karena banyak orang muda Katolik (OMK) di Indonesia yang tak mengetahui acara tersebut…

Bila Orang Muda Ber-Ekaristi

Tepuk tangan bergemuruh, tanda Ekaristi Kaum Muda (EKM) di Gereja Paroki St Antonius Kotabaru, Yogyakarta usai. Satu per satu umat meninggalkan tempat duduk dengan senyum mengembang. Sebelum Ekaristi digelar, umat disuguhi sebuah tayangan berisi tema Ekaristi lewat layar lebar. Dalam perayaan Ekaristi ini juga ditampilkan drama dan tari. Koor pun menyelipkan lagu pop yang akrab di telinga orang muda. Orkestra Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ikut terlibat mengiringi lantunan koor… Baca lebih lanjut

Ekonomi Syariah

Ekonomi_SyariahSajian Utama:

Bertitik tolak dari pidato Paus Benediktus Oktober 2008 yang menyoroti aspek moral sistem keuangan syariah, HIDUP mencoba menggali hal tersebut ke dalam beberapa aspek. Yang pertama menyinggung sistem ekonomi syariah yang dikeluarkan surat kabar resmi Vatikan L’Osservatore Romano pada 3 Maret 2009. Bagian kedua mengangkat pengalaman menarik dari Susi Susanti, mantan pemain nasional bulu tangkis yang kini bermitra dengan bank syariah. Tulisan ketiga tentang tantangan pengembangan Bank Syariah dewasa ini yang dipaparkan oleh komisaris BRI Syariah dan ketua Tanfidziyah NU Musthafa Zuhad Mughni. Sedangkan pada tulisan keempat memuat pandangan mantan staf KOMSOS Keuskupan Agung Semarang (KAS) Joseph Tjandra Irawan yang mengingatkan umat Katolik untuk melihat secara jernih pernyataan Paus Benediktus XVI tentang ekonomi syariah. Dan pada bagian akhir kami sajikan tulisan F. Rahardi yang membahas asal muasal sistem keuangan syariah yang dikaitkan dengan ALKITAB Perjanjian Lama.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Berpaling ke Ekonomi Islam

Pada mulanya adalah tulisan yang dikeluarkan L’Osservatore Romano, surat kabar resmi Vatikan. Edisi bertanggal 3 Maret 2009 itu menyinggung soal sistem ekonomi syariah yang banyak digunakan negara penganut hukum Islam. Dikatakan, “Prinsip yang beretika yang diusung perbankan Islam dapat mendekatkan bank dengan para nasabahnya….

Lucia Fransisca Susi Susanti: ”Karena Ini Bisnis…”

Setelah berhenti dari dunia perbulutangkisan, Susi Susanti berkiprah di dunia usaha. Sebagai mitra berbisnis ia memilih sistem bank syariah di salah satu bank swasta. IA pun menjadi ikon bank syariah. Apa alasannya? Berikut petikan wawancara kontributor HIDUP, Agustinus Sudarmanto, di rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 28/8….

Musthafa Zuhad Mughni: Tidak Mudah Kembangkan Bank Syariah Baca lebih lanjut

SRI di Tangan Gatot (Konferensi Petani Asia Tenggara di Keuskupan Purwokerto)

Sri_1Sajian Utama:

GATOT membeli beras hitam satu kilogram. Di antara beras itu, ia mendapatkan empat butir gabah. Bermodal empat butir itulah ia mengembangkan bibit padi beras hitam. ”Bertani organik itu juga wujud penghormatan kepada Sang Pencipta dengan melestarikan ciptaan-Nya,” papar warga Paroki St Agustinus Purbalingga ini. Kini, Gatot memiliki koleksi 100 jenis benih padi lokal. Rumahnya yang sederhana menjadi ’bank’ benih padi yang telah dikoleksinya sejak tahun 1997. Kisah empat bulir benih itu pun diceritakan Gatot kepada tujuh petani dan pendamping petani yang live-in di rumahnya. Mereka, termasuk Gatot, adalah peserta South East Asia Farmers’ Conference yang berlangsung di Keuskupan Purwokerto, 9-16 Agustus lalu. Konferensi diikuti 35 petani dan pendamping dari Karitas Negara Asia Tenggara, seperti Kamboja, Thailand, Myanmar, Filipina, Indonesia, serta Mongolia. Kegiatan ini digelar Karitas Asia dengan panitia pelaksana Karitas Indonesia (Karina) dan Karitas Purwokerto (Karito). Uskup Purwokerto, Mgr Julianus Sunarka SJ membuka konferensi pada Minggu, 9 Agustus.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Empat Butir Padi Terus Bergulir

Yohanes Baptista Gatot Surono, petani di Desa Kembangan, Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, bercerita tentang benih padi beras hitam koleksinya. Benih itu ia peroleh dengan susah payah…

Saling Tular Semangat

PANEN sengaja ditunda demi menyambut kedatangan tamu Konferensi Petani Asia Tenggara. Maka, Ayuna pun dapat menyabit rumpun-rumpun padi dan merontokkan padi di Desa Kembangan, Purbalingga. Ayuna telah menjadi petani selama 30 tahun…

Kembalinya “Dewi” Sri

Suatu ketika, Prabu Sri Bawono meninggalkan Keraton Dwarawati dan menjelma menjadi Dewi Sri, karena masyarakat meninggalkan pertanian tradisional. Sistem pertanian demikian ikut membunuh binatang kesayangan sang prabu…

Gereja & Pertanian Organik Baca lebih lanjut

Devosi Kerahiman Ilahi

Rektorku Telah Pergi (Prof Dr Dibyo Prabowo [1939-2009])

Retorku1Sajian Utama:

Lagu “Gereja Bagai Bahtera” berkumandang mengiringi kepergiannya, seusai Misa pemberkatan arwah di lobi Kampus Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Jumat, 21/8. Lagu ini merupakan lagu kesayangan Almarhum Prof Dr Agustinus Dibyo Prabowo MSc.Bagi Uskup Agung Semarang Mgr I Suharyo Pr, syair lagu gerejani itu merupakan kunci untuk memahami pribadi Profesor Dibyo. Ia kenal Dibyo sejak l996, saat sama-sama menjadi Pengurus dan Anggota Badan Pembina Yayasan Panti Rapih. ”Sejak awal perjumpaan dengan beliau, saya merasakan pribadi Pak Dibyo sangat istimewa. Dalam perjalanan waktu, memang sungguh demikian,” tutur Mgr Suharyo usai memimpin Misa pemberkatan bagi Almarhum.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Penyemangat dan Banyak Teman

Rencana dan jalan Tuhan memang bukan rencana manusia. Demikian (kalau boleh dikatakan) perjalanan hidup Almarhum Prof Dr Dibyo Prabowo MSc. TAHUN 1968, pria kelahiran Blitar Jawa Timur, 5 Desember 1939 ini meng­ambil Master di International Rice Research Institut Los Banos, Filipina. Di kampus inilah Pak Dibyo menemukan belahan jiwanya, seorang gadis Manila, Filipina bernama Minaflor S. Reyes yang saat itu bekerja di bagian accounting…

Rektor yang Humanis

Lagu ”Gereja Bagai Bahtera” berkumandang mengiringi kepergiannya, seusai Misa pemberkatan arwah di lobi Kampus Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Jumat, 21/8. Lagu ini merupakan lagu kesayangan Almarhum Prof Dr Agustinus Dibyo Prabowo MSc…

Sahabat yang Baik

”Banyak teman kami, terutama yang di Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Perhepi), menganggap Prof Dr Dibyo Prabowo, MSc itu adik saya.” DEMIKIAN kesan Bambang Ismawan terhadap sahabatnya, Prof Dr Dibyo Prabowo, MSc, seperti diungkapkan kepada kontributor HIDUP, Paul D.F. saat diwawancarai di Wisma Hijau, Cimanggis, Selasa, 1/9…. Baca lebih lanjut

Kristen di Mata Islam

Puspitasari1Sajian Utama:

SITI Eka Puspitasari berkeyakinan bahwa semua orang dipersatukan oleh nilai-nilai dan sikap-sikap etis dasar. Keagamaannya menunjang nilai-nilai dasar kemanusiaan yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati setiap orang. Keislamannya membuka diri terhadap nilai-nilai yang berakar dalam hati nurani setiap manusia. ”Saya bersama dengan teman-teman pondok pernah piknik ke Gua Maria Tritis di Wonosari. Saya pernah tidur dan mencuci bersama tamu-tamu Kristen dan Katolik dari Universitas Kristen Satya Wacana dan Universitas Sanata Dharma di Edi Mancoro,” kata Pita, Santri Pondok Pesantren Edi Mancoro Salatiga, Jawa Tengah. Awal bulan Juli, 18 frater, mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta, tinggal di Edi Mancoro selama 2 minggu. ”Dunia telah berubah, demikian pula dengan konteks misi Gereja. Tantangan di ’tapal batas’ mendesak kita untuk ikut memeluknya,” jelas Dr Y.B. Heru Prakosa SJ, dosen Islamologi di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Ketika Mereka Nyantri di Pondok

Para santri Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Salatiga, Jawa Tengah menerima kunjungan 18 frater (calon imam Gereja Katolik) pada 3 Juli 2009. Mereka didampingi dua pastor dari Jakarta dan Yogyakarta….

Siti Eka Puspitasari: “Tolong-Menolonglah”

PITA (20) berkeyakinan bahwa semua orang, meskipun berbeda, dipersatukan oleh nilai-nilai dan sikap-sikap etis dasar. Keagamaannya menunjang nilai-nilai dasar kemanusiaan yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati setiap orang. Keislamannya membuka diri terhadap nilai-nilai yang berakar dalam hati nurani setiap manusia. Keagamaan yang benar membuat kiai dan para santri Edi Mancoro menjadi toleran…

Choirul Huda: NU-nya Umat Kristen

“ORANG Katolik itu NU-nya umat Kristen.” Demikian Choirul Huda (26), mantan Ketua PMII ranting Salatiga. NU dan Katolik memiliki kemiripan dalam prinsip-prinsip kemanusiaan. Pandangan itu terwujud dalam bentuk perjuangan bagi orang kecil, miskin, dan tertindas….

K.H. Mahfudz Ridwan: Yesus Kan Juru Selamat… Baca lebih lanjut