//
archives

sampulhidup

sampulhidup has written 33 posts for Pemerhati HIDUP

OMI di Kaliori

Sajian Utama:

Keuskupan Purwokerto merupakan ladang pertama Kongregasi Oblat Maria Immaculata (OMI), yang datang ke Indonesia tahun 1971. Untuk mendekatkan diri pada pelayanan kaum miskin dan umat padalaman, maka OMI banyak berkarya di pedesaan dan pedalaman di Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur. Kini kepemimpinan OMI dipercayakan kepada imam putra pribumi Indonesia sendiri. Calon-calon imam OMI pribumi pun terus bertambah. Bagaimana sepak terjang OMI Indonesia dengan provinsialatnya di Kaliori, Purwokerto? Baca laporan liputan kami.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Bersukacita di Pedalaman

Akhirnya, misionaris Oblat Maria Immaculata (OMI) tiba juga di Indonesia. Mereka mengawali karyanya di Keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng) sejak 1971. Kini, karya OMI menyebar ke berbagai tempat. Masih terekam dalam ingatan banyak orang. Ketika itu, 1971, para Oblat (sebutan khas anggota OMI) dari Australia datang pertama kali di Keuskupan Purwokerto, Indonesia. Mereka mendapat tugas di Purwokerto Timur dan Cilacap. Di Cilacap, OMI tidak hanya membangun Gereja Katolik. Melalui Pastor Charles Patrick Burrows Carolus OMI (sering dipanggil Romo Charlie), mereka juga membangun…

Antonius Andri Atmaka OMI: OMI Tidak Menutup Mata

Sebuah regenerasi berhasil dilakukan di Provinsialat OMI Indonesia. Tongkat estafet dari para misionaris ke Oblat asli Indonesia sudah dan sedang berlangsung.HAL itu tak lepas dari banyaknya kaum muda Indonesia yang tertarik menjadi Oblat. Wajar, jika Pastor Antonius Andri Atmaka OMI (42), Oblat asli Indonesia, terpilih sebagai Provinsial OMI Indonesia. Romo Andri, kelahiran Sleman, Yogyakarta, 2 September 1967, dengan ramah menerima HIDUP di kediamannya, Provinsialat OMI Indonesia Kaliori, Banyumas…

Paroki Kecil untuk OMI Baca lebih lanjut

Iklan

Kemelut PMKRI

Sajian Utama:

Lazimnya, organisasi-organisasi masyarakat memiliki nilai-nilai yang menyatukan para  anggotanya, termasuk di dalamnya organisasi kemahasiswaan PMKRI. Namun apa  yang terjadi? PMKRI kini malah mengalami defisit semangat persatuan. Solusinya belum ada? Masih dalam masa pembiaran dari pihak diam? Walau, ada suara dari mantan  dan anggotanya, sebut saja Masriana dan Petrus Dabu agar kemelut di PMKRI segera  diakhiri. Kemelut bisa diakhiri, kalau ada yang mengalah. Untuk mengetahui lebih  lanjut, simak laporan ini.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

PMKRI Perlu Jiwa Besar

Pagi buta, sekitar pukul 05.00 pagi. Masri telah berada di Kereta Rel Listrik (KRL) dari  Depok, Jawa Barat. Dia membuka usaha kios di depan Stasiun Gondangdia, hasil jerih  payahnya setelah dia tidak aktif lagi di PMKRI. Masriana Manurung SE -akrab disapa  Masri – mengenal Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ketika  masih menjadi mahasiswi di Medan, Sumatera Utara. Sebagai anggota baru PMKRI,  Masri adalah seorang yang pendiam. Ketika mulai masuk PMKRI, dia ditantang untuk  berani berbicara dan…

PMKRI dan Sumpah Pemuda

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai suku bangsa di Nusantara  mengikrarkan komitmen untuk menyatakan diri sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa, Indonesia. IKRAR itu menggelorakan semangat persatuan untuk mengusir bangsa kolonial di bumi Nusantara saat itu. Kata kunci yang selalu  diungkapkan dalam setiap momen peringatan Sumpah Pemuda adalah semangat  persatuan Indonesia. Semangat ini diyakini telah mengantarkan Indonesia pada  kemerdekaan dan menjadi kunci kelangsungan Indonesia sebagai Negara Kesatuan. Persatuan adalah spirit dari peristiwa…

Perubahan Tanpa Paksaan Baca lebih lanjut

Kami Ucapkan Selamat Ulang Tahun…

Untuk pembaca yang berulang tahun… kami ucapkan selamat…

Kebatinan Katolik

Majalah_HIDUP_Kebatinan_Katolik_0Sajian Utama:

Sejumlah orang Jawa Katolik tak ingin lepas dari hidup ke-jawen-nya, atau kejawaannya. Hidup yang lebih mendekatkan diri dan berpasrah pada kekuatan Yang ilahi, yakni Gusti Allah melalui teladan Yesus Kristus. Itulah yang dicari para peserta  Kebatinan Katolik yang setiap tahun berkumpul. Awal Oktober 2009 ini, mereka  mengadakan Temu Kebatinan (Tebat) ke-16 di Padepokan Kopi Eva Bedono,  Ambarawa, Jawa Tengah. Ikut mendampingi mereka sejumlah pastor, termasuk Ketua  Komisi HAK-KAS, Aloys Budi Purnomo Pr. Hasilnya? Simak laporan kami edisi ini.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Dari TEBAT ke Jumat Kliwonan

Menjadi Katolik, namun tetap dapat menjalankan tradisi spiritual Jawa (sering disebut kebatinan) tampaknya menjadi pilihan banyak orang Jawa. Temu Kebatinan (Tebat) Katolik di Keuskupan Agung Semarang (KAS) salah satu buktinya. A.T. Eddy Sambodo dari klinik penyembuhan alternatif Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah,  menegaskan, manusia harus mengolah batinnya, agar lebih punya kepekaan. “Orang  Katolik justru harus memperdalam batinnya!” tandas Eddy yang ditemui HIDUP di  kediamannya sekaligus tempat praktik penyembuhan alternatif,…

Aliran Iman dari Taman Banyu Urip

Malam itu, Sabtu, 3/10, bulan hampir purnama. Angin semilir sesekali melintasi  Padepokan Kopi Eva, Bedono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Seseorang melintas di atas hamparan bara api, kemudian dilanjutkan yang lain. Menyusul yang  lainnya lagi. Akhirnya, mereka bermain kereta-keretaan melintasi bara api yang bersuhu tinggi, tanpa menderita…

Temu Kebatinan, Gerakan Unggulan Baca lebih lanjut

Natal di Betlehem

Majalah-HIDUP-Natal-di-Betlehem-0
UNTUK MENEMANI LIBURAN NATAL ANDA
KAMI MENGANGKAT SAJIAN UTAMA BERJUDUL “Natal di Betlehem”Dalam edisi 52 terbit Minggu 27 Desember 2009

Dalam Sajian tersebut dikuak hal ikwal perayaan Natal di Betlehem. Pada bagian pertama, kami sajikan pengalaman dua orang peziarah asal Indonesia merayakan Natal di Betlehem dalam tulisan berjudul “Keyakinan Menebal Kekaguman Memuncak”. Bagian kedua, F. Rahardi menuliskan gambaran tentang perjalanan Yusuf & Maria menuju Betlehem dengan detail keadaan alamnya dalam “Dari Nazaret ke Betlehem”. Dan bagian ketiga, yang merupakan bagian akhir dari tema Betlehem berjudul “Betlehem Rumah Roti dan Daging” mengangkat seluk beluk kota Betlehem. Sebagai tambahan, kami lengkapi sajian ini dengan tradisi seputar Natal dalam tulisan berjudul “Dari Gua, Cemara, Sampai ke Pointsettia” dan “Asal-Usul Santa Klaus”. Tunggu sajian ini di Bulan Desember akhir nanti.

(INFO)

Jika Lembaga atau Organisasi anda ingin mengungkapkan suka cita Natal 2009 & Tahun Baru 2010, berikut kami sampaikan tarif iklan di Majalah HIDUP:

A Ukuran 1/4 Hal B/W (9,2 cm x 12 cm) Rp 1.100.000,-
B Ukuran 1/2 Hal B/W (19 cm x 12 cm) Rp 2.090.000,-
C Ukuran 1 Hal B/W (19 cm x 25 cm) Rp 3.960.000,-
D Ukuran 1/4 Hal F/C (9,2 cm x 12 cm) Rp 1.650.000,-
E Ukuran 1/2 Hal F/C (19 cm x 12 cm) Rp 2.750.000,-
F Ukuran 1 Hal F/C. Dalam FC (21,5 cm x 27,5 cm) Rp 4.950.000,-
Harga sudah termasuk PPN 10%

Silahkan hubungi Bagian Iklan Majalah HIDUP

Telp. 021-3857859 / Fax. 021-3451381 / E-mail: hidup@centrin.net.id

Majalah-HIDUP-Natal-di-Betlehem-1

KONVENAS Karismatik

Majalah-HIDUP-Konvenas-Karismatik_0Sajian Utama:

Konvenas XI Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) di Denpasar, Bali, 15-18/10 baru saja usai. Hasilnya? Mereka sepakat membumikan dan mengobarkan semangat pelayanan kasih-Nya pada sesama. Mereka juga mengundang Robert Canton, pewarta dan penyembuh dari USA untuk urun rembug untuk PKK Indonesia. Panitia mengaku lega karena kegiatan ini juga didukung oleh kelompok kategorial dan teritorial lain di Bali. Moderator BPN PKK, Pastor Antonius Gunardi MSF yakin, kelompok ini bisa bertahan, jika mengakar pada Jesus.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Bangga Jadi Katolik

Bali memang membanggakan. Pura, penjor, patung di depan rumah dengan pakaian bercorak hitam putih, sesajen di sudut bangunan, merupakan produk budaya yang bisa dipandang, diraba, atau bahkan diinjak. Perasaan bangga ini mencuat pada Konvensi Nasional Pembaruan Karismatik Katolik XI, Denpasar, Bali, Kamis-Minggu, 15 – 8/10. Bayangkan, peserta datang dari hampir seluruh keuskupan di Indonesia, kecuali Keuskupan Padang. Mereka datang dari Persekutuan-Persekutuan Doa Karismatik Katolik…

Semakin Membumi

Konvensi Nasional merupakan refleksi perjalanan iman para anggota PKK. Semula, hajatan nasional yang diadakan setiap tiga tahun ini disebut pra kongres. Ketika itu, 10- 11 Januari 1981, anggota Badan Pembaruan Karismatik yang meliputi Jakarta, Bogor, Semarang, Surabaya, Malang, dan Denpasar mengadakan pra kongres di Jakarta. Selama 11 kali Konvenas, jumlah pesertanya semakin meningkat. Misalnya, Konvenas I  di Jakarta…

Takut tapi Percaya Baca lebih lanjut

Santo Baru dari Hawaii

Majalah_HIDUP_Santo_Damian_0Sajian Utama:

MINGGU, 11 Oktober 2009 merupakan hari bahagia bagi para pengikut jejak Pastor Damian de Veuster SSCC. Karena imam pelayan orang kusta di Molokai ini dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XVI. Di Indonesia para penerusnya, antara lain Gisela Borowka, asal Jerman, dan Sr Agustina Rante Alo JMJ, asal Tana Toraja. Mereka terus mengabdikan hidupnya melayani penderita kusta di RS Kusta Alor, dan RS Kusta Sitanala, Tangerang. Walau diberantas, penyakit ini tetap saja belum tuntas. Penderita kusta masih ada, seperti Abdullah, warga Ciputat, Tangerang.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT) MAJALAH HIDUP:

Menapaki Jejak Damian

Saat berusia sepuluh tahun, Gisela Borowka sungguh terkesan membaca kisah Pastor Damian de Veuster SSCC. “Sejak itu, saya bertekad ingin mengikuti jejaknya,” ungkapnya. Keinginan itu tak lekang seiring bergulirnya waktu. Tatkala studi keperawatan di Wuezburg, Jerman, Gisela berkarib dengan Isabella Diaz Gonzales. Sobatnya itu kerap bertutur tentang kondisi para penderita kusta di Lembata, Flores. Lalu,…

Rasul dari Molokai

Setiap kali senja beringsut, Damian de Veuster merendam kakinya yang kebas di sebuah baskom berisi air hangat. Namun, awal Desember 1884, kakinya mulai mati rasa. Seketika Damian tersadar telah terjangkit kusta. Apalagi, sudah sebelas tahun ia melebur di antara orang-orang kusta. Sejak awal berkarya di Kalaopapa, Molokai Utara, sebuah pulau kecil di gugusan Kepulauan Hawaii …

Menuju Kanonisasi Baca lebih lanjut

Santo Fransiskus dari Assisi

Fransiskus_Asisi_0Sajian Utama:

Setelah 800 tahun, kehidupan dan keteladanan Santo Fransiskus Assisi sebagai hamba Kristus masih terus menggema dan mewarnai kehidupan para pengikutnya, baik imam, biarawan, biarawati maupun awam. Berbagai ordo regular dan sekular telah dilahirkannya. Karya-karya besar kemanusiaan telah dirintisnya. Sejumlah tradisi dalam Gereja Katolik pun telah diwarnai oleh gerakan orang kudus dari kota Assisi Italia ini. Sebuah kota kecil yang menjadi saksi pertemuan damai antaragama sedunia. Laporan selengkapnya simak sajian ini.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Semangat Fransiskus dari Asisi

“Jika ada sepuluh Fransiskus, maka tidak perlu ada sebuah revolusi,” ujar Illich Lenin, seorang tokoh besar komunis. Seorang biksu India pun berkata, “Kirimlah seorang Fransiskus dari Assisi kepada kami, niscaya akan terdapat jutaan umat Kristen di India.” Fransiskus, itulah Orang Kudus Milenium II, gelar yang diberikan Majalah TIME lewat artikelnya The Most Important People of The Millenium, 31 Desember 1999….

Perjuangan Santa Clara

Gadis belia itu pergi meninggalkan rumah dan keluarganya untuk menjalani kemiskinan di dunia ini. Dia pasrah seutuhnya kepada Kristus. MINGGU, 18 Maret 1212, saat hari sudah mulai larut malam, semua anggota keluarga bangsawan tuan tanah di Assisi sudah tidur lelap. Pagi harinya, mereka mengikuti upacara Minggu Palma di Katedral Assisi, Italia. Hanya seorang putrinya masih sibuk berbenah…

Pengikut Fransiskus

Selain menjadi biarawan/ti yang hidup berdasarkan semangat St Fransiskus Assisi, siapapun bisa mengikuti cara hidupnya dengan tetap menjadi awam. Di Indonesia, para awam pengikut St Fransiskus Assisi berhimpun dalam Ordo Ketiga Sekular (OFS). Berani melepaskan segala kenikmatan duniawi, kemudian hidup dalam suasana kasih persaudaraan, dan tidak punya apa-apa, adalah cara hidup yang dilakukan St Fransiskus Assisi. Sama dengan jumlah murid Yesus, yang pertama mengikuti cara hidup seperti ini juga berjumlah 12 orang… Baca lebih lanjut

Ordo Salib Suci

Sajian Utama:

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kapitel Jenderal OSC diselenggarakan di Indonesia, belum lama ini, tepatnya Ordo_Salib_Suci_0di Bandung, Jawa Barat. Apa isinya? Mereka menegaskan kembali visi misi Ordo, yakni hidup berliturgi dan hidup berkomunitas. Karya-karya Ordo ini juga bervariasi, yakni pendampingan kaum muda, dan pendidikan. Untuk mewujudkan impian Ordo tentu banyak tantangannya, seperti disampaikan Provinsial OSC, antara lain banyak imam muda yang cepat mengalami krisis, belum lagi tantangan pastoral di tanah Sunda. Lengkapnya simak laporan kami.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Dari Kapitel Ordo Salib Suci

Dalam usia menjelang 800 tahun, untuk pertama kalinya Ordo Salib Suci (OSC) menggelar Kapitel Jenderal di Indonesia. Ordo yang memiliki pakaian mirip pinguin ini tersebar di Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, dan Papua. Dalam Kapitel, komunitas normatif menjadi isu yang sempat memanas…

Liturgi, Prioritas Salib Suci

“Wah, saya senang mengikuti kursus liturgi di Institut Liturgi Sang Kristus Indonesia (ILSKI). Akhirnya, saya mengetahui apa itu liturgi dan bagaimana mempraktikkan liturgi dengan baik.” Salah seorang peserta kursus liturgi, Laurentius Susanto Nugroho, menyatakan kesannya saat ia mengikuti kursus liturgi di Gedung ILSKI, Rumah Retret Pratista, Cimahi, Jawa Barat, Jumat, 2/9. Warga Paroki Santa Monika Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten ini mengaku, lewat kursus ini ia mengetahui mana praktik liturgi yang benar dan yang salah menurut Gereja….

Karya Salib Suci di Jawa Barat

Bertambah banyaknya imam Projo di Keuskupan Bandung justru sangat bagus. Ini menantang OSC terus berkembang mencari lahan karya baru di luar Keuskupan Bandung.  Hal ini disampaikan Provinsial Ordo Salib Suci, Pastor Agustinus Rahmat Widiyanto ,OSC, saat diwawancarai, RB Yoga Kuswandono dari HIDUP di Provinsialat OSC Jalan Nias, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 30/9… Baca lebih lanjut

OMK: Live The Eucharist!

OMKSajian Utama:

Asian Youth Day di Filipina November 2009 sudah dekat. Tiga Orang Muda Katolik (OMK) di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya sudah siap diri dengan bekal rohani dan pentas budaya. Mereka antusias, dan banyak harapan yang mau dicapai. Selain itu disajikan pula hal-hal terkait OMK, misal Perayaan Ekaristi kaum muda, asal usul istilah Mudika, dan usaha Penerbit OBOR menyapa OMK melalui buku Oase Rohani – Ziarah Batin Kaum Muda 2010. Terakhir berupa tanggapan Pastor Sekretariss Eksekutif Komkep KWI, Pastor Y. Dwi Harsanto Pr terhadap Asian Youth Day, dan kiprah OMK.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Menuju Asian Youth Day

Aldeledis Maria Goreti Kokoy tak menyangka dirinya akan mengikuti Asian Youth Day (AYD) di Filipina pada 20-27 November 2009 mendatang. Suatu hari, Ledis –sapaannya menulis kabar tentang acara ini lewat sebuah situs jejaring pertemanan. Ia prihatin, karena banyak orang muda Katolik (OMK) di Indonesia yang tak mengetahui acara tersebut…

Bila Orang Muda Ber-Ekaristi

Tepuk tangan bergemuruh, tanda Ekaristi Kaum Muda (EKM) di Gereja Paroki St Antonius Kotabaru, Yogyakarta usai. Satu per satu umat meninggalkan tempat duduk dengan senyum mengembang. Sebelum Ekaristi digelar, umat disuguhi sebuah tayangan berisi tema Ekaristi lewat layar lebar. Dalam perayaan Ekaristi ini juga ditampilkan drama dan tari. Koor pun menyelipkan lagu pop yang akrab di telinga orang muda. Orkestra Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ikut terlibat mengiringi lantunan koor… Baca lebih lanjut