//
you're reading...
Uncategorized

Rendra (1935 – 2009)

Rendra1 (Melihat sampul besar klik saja)Sajian Utama:

”HARI ini, kami mengadakan Misa untuk mengenang Mas Willy dan mendoakan arwahnya. Besok malam, saudara- saudara yang Muslim akan mengadakan tahlilan. Mas Willy memang milik semua orang. Jadi, yang mendoakannya juga banyak orang,” kata Adi Kurdi usai perayaan Ekaristi, tujuh hari meninggalnya W.S. Rendra. Selain sebagai adik ipar, Adi Kurdi adalah pengagum dan ’murid’ Rendra di Bengkel Teater. Kata Adi Kurdi, sebelum meninggal, Rendra sempat mewariskan sebuah puisi. Puisi itu ia  buat saat dirawat di rumah sakit, Jumat, 31/7. Rendra mengujarkan puisi, sementara Adi Kurdi menuliskannya di secarik kertas. Baris terakhir berbunyi: ”Tuhan, aku cinta  ada-Mu.” Agama, bagi Rendra, tak berhenti pada firman, tapi harus mewujud dalam ucapan, tindakan dan karya. Pada Sajian Utama edisi ini, kami juga memuat secara utuh salah satu karyanya yang bersentuhan dengan kekatolikan, yakni Khotbah.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

“Tuhan, Aku Cinta, Pada-Mu”

Bulan bersinar separuh. Malam pun mulai luruh. Kidung pembuka perayaan Ekaristi telah ditabuh. Rumah di Perumahan Sukamaju Permai, Depok Timur, Jawa Barat itu dipenuhi sekitar 30 umat pada Rabu malam, 12/8. Mereka adalah sanak kerabat Agustinus ’Abah’ Adi Kurdi, sang pemilik rumah, dan warga lingkungan sekitar…

Pemberontakan Rendra

SEJAK masih kanak-kanak, Rendra sudah memberontak terhadap sang ayah Brotoatmodjo. Bagi sang ayah perilaku anaknya ini terlalu “nyleneh” dan menyalahi pakem tata pergaulan Jawa….

BEBERAPA KUTIPAN-KUTIPAN ISI MAJALAH:

(TAJUK)

“Via Dolorosa” Rendra

RENDRA secara sukarela telah memilih jalan hidup, dengan “memanggul Salib Yesus”. Sejak masih usia belasan, sampai akhir hayatnya pada usia 74 tahun, ia terus menapaki “Via Dolorosa”, nyaris sendirian. Ia konsisten memperjuangkan kemerdekaan rakyat, dari belenggu kekuasaan yang otoriter di negeri ini. Hanya sedikit orang yang punya nyali, juga daya tahan, untuk berada di “Via Dolorosa”, sementara jalan tol, dengan BMW, sopir pribadi, dan perangkat kenyamanannya, tersaji rapi di hadapannya…

(KABAR JAKARTA)

Kunjungan yang Menorehkan Sejarah

Untuk pertama kali, seorang menteri mengunjungi ormas Katolik. Yaitu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI Prof Dr Meutia Hatta Swasono menyambangi kantor DPP WKRI di Jl Kayu Jati III No 8 Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis, 13/8…

Perjuangan Hidup sebagai Tema BKS

Bulan Kitab Suci (BKS) 2009 mengambil tema tentang perjuangan hidup, karena hakikat hidup manusia adalah sebuah perjuangan…

Mengenal Lebih Mendalam

Aksi panggilan berlangsung di Paroki St Anna, Duren Sawit, 25-26/7. Sekitar 36 religius terdiri dari pastor, bruder, suster, dan frater dari 15 ordo/kongregasi termasuk Projo Jakarta hadir dalam acara tersebut….

Pelantikan 100 Pengurus OMK

Kepala Paroki St Nikodemus Ciputat, Pastor Alphonsus Setya Gunawan Pr melantik pengurus OMK dari delapan wilayah dan KKMK paroki tersebut, Minggu, 2/8….

Tidak Menyembah Maria

Orang Katolik tidak menyembah Maria, tapi menghormatinya dengan alasan yang jelas. Hal yang sering menjadi pertanyaan umat non-Katolik ini mendapat ulasan mendalam dalam seminar mengenai Apologetika Katolik. Seminar yang berlangsung di Paroki St Fransiskus Asisi Tebet, Selasa, 11/8, ini menandai pembukaan Angkatan XX, menghadirkan pembicara Pastor Deshi Ramadhani SJ dan Pastor Hardijantan Pr….

(NUSANTARA)

Kembali ke Pendidikan Humaniora

Supaya tidak ditelikung oleh kapitalisme dan kecenderungan formalisasi agama di sekolah-sekolah, sekolah-sekolah Katolik harus kembali ke misi semula, yakni  pendidikan humaniora dan pendidikan bagi orang-orang miskin…

Agar Mahasiswa Lebih Terampil

45 mahasiswa Katolik mengikuti gladi madya di Padepokan Guru dan Karyawan (PGK) Shanti Dharma, Godean, Sleman, DIY, 1-8/8. MEREKA yang mengikuti pelatihan tersebut antara lain berasal dari Jakarta, Bandung, Purwakarta, Semarang, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta….

Rekat Kumpul Bareng

Meski sudah terpisah dalam tingkat kevikepan, kedekatan antaranggota Rekat Regio II (istilah lama) Keuskupan Surabaya masih terpupuk dengan baik….

60 Tahun Melayani

Tahun ini, Kongregasi Suster Santo Agustinus dari Kerahiman Allah (OSA) merayakan 60 tahun karya mereka di tanah Ketapang, Kalimantan Barat. Berbagai kegiatan digelar. Puncaknya, 9 Agustus 2009…

Temu Anak Bandung dan Sekitarnya

”SIAPA yang belum pernah menyontek?” Pertanyaan sederhana ini dilontarkan Pastor Eko Wahyu OSC kepada sekitar 600 anak Bandung dan sekitarnya, berusia 5-15 tahun…

(SANTO-SANTA)

St Gaetano Errico (1791-1860) Demi Sakramen Tobat

Gaetano Errico dilahirkan pada tanggal 19 Oktober 1791, di Secondigliano, sebuah desa kecil di sebelah utara batas kota Naples, Italia. Ayahnya mengelola pabrik pasta, dan ibunya seorang penenun….

(KESAKSIAN)

Bunda Bocah-bocah Pemulung

Tawa dan canda bocah-bocah pemulung berkumandang di sebuah rumah di kawasan Bintaro, Tangerang. Mereka menanti giliran dimandikan oleh si empunya rumah, Maria Yosefin Felisiana Edoatie…

(APA DAN SIAPA)

Mbah Noto: Melayani Sesama

Mgr Fransiskus Kopong Kung Pr: Beda Sedikit

(MANCANEGARA)

Delapan Orang Kristen Tewas Terbakar

Sekitar 3.000 orang merusak dan membakar perkampungan Kristen di Gojra City, Punjab, Pakistan, Sabtu, 1/8. Peristiwa ini menyebabkan enam orang Kristen terbakar hidup-hidup dan tewas seketika…

(RENUNGAN HARIAN)

Kami Telah Menemukan (Karya Stefan Leks)

Dalam bahasa Yunani terkenal pekik heureka – telah kutemukan – yang konon pertama kali diteriakkan Archimedes. Banyak orang Barat mengucapkan kata sama setelah mereka berhasil memecahkan masalah atau menemukan hal baru…

(TEROPONG)

Caritas in Veritate (karya Djamester Simarmata)

ENSIKLIK Paus Benediktus XVI yang publikasinya diundur beberapa kali, dianggap kalangan media massa internasional sebagai jawaban Gereja pada krisis finansial. Krisis yang terjadi seperti depresi besar tahun 1930, telah membawa ekonomi global dalam situasi yang menggalaukan, dengan peningkatan jumlah pengangguran dan kemiskinan di hampir semua negara….

(MIMBAR)

Mbah Surip, Manusia Sejati (karya Tom Saptaatmaja)

”SEKALI berarti, sudah itu mati” (Chairil Anwar). Sajak itu rasanya tepat untuk menggambarkan Mbah Surip (MS). Nama pria kelahiran Mojokerto, 5 Mei 1949 yang bernama asli Urip Ariyanto itu secepat kilat meroket lewat lagu fenomenal ”Tak Gendong”. Namun secepat kilat pula, hidupnya berakhir dengan kematian. Kehidupan atau kematian memang penuh misteri…

Dari ”God is Dead” ke ”That is God” (karya Fransiskus Borgias M.)

KELUARGA Mahasiswa FF-UNPAR Bandung mengadakan acara di pemandian air panas Sariater, Subang pada 8 April 2008. Salah satu acaranya ialah atraksi mahasiswa. Dalam salah satu atraksi spontan itu, seorang mahasiswa berteriak seperti kesurupan…

(KONSULTASI IMAN)

Manusia atau Allah (karya Pastor Maria Handoko CM)

SAYA baru melihat sebuah VCD di mana seorang hajah yang mantan calon suster, memberikan ceramah dan mengatakan bahwa Yesus itu sebenarnya manusia. Baru pada tahun 325, Gereja menobatkan Yesus menjadi Allah. Benarkah demikian?

Yovita Cendana Susilowati, Pasuruan

(CERPEN)

Gadis Gladiol Putih (karya Justinus Juadi)

“PLEASE call me ya. I’m waiting for you.” Pesan di Facebook-ku itu lengkap dengan nomer HP. Sepertinya pengirim pesan itu sudah mengenalku…

(JENDELA)

Museum Zoologi Frater Vianney BHK: Melestarikan Warisan Sang Guru

Ketika memasuki kompleks ini, rasa nyaman dan tenteram langsung menyergap. Kompleks seluas 3,5 hektar ini dikelilingi berbagai jenis pepohonan yang begitu hijau dan asri. SEBUAH gedung berdiri kokoh di kompleks ini. Memasuki gedung ini, kita akan disambut dengan sebuah aula yang luas. Masuk lebih ke dalam, akan ditemukan etalase-etalase yang berisi beragam hewan yang telah diawetkan…

(KONSULTASI KELUARGA)

Melarang Remaja Berpacaran (karya Margaretha Sih Setija Utami)

SATU bulan yang lalu, seorang sahabat dari Jakarta menulis e-mail. Dia mengeluhkan bahwa anaknya yang baru kelas satu SMA sudah pacaran. Dia ingin suratnya dibahas di Majalah HIDUP karena dia yakin banyak orangtua yang mempunyai masalah mirip dengan masalahnya….Rendra2

Diskusi

6 thoughts on “Rendra (1935 – 2009)

  1. isi majalah HIDUP kali ini cukup menarik, ulasan tentang WS rendra membuat saya kagum, apalagi puisi yang dibuatnya tatkala masih di rumah sakit…
    meski beliau telah memeluk islam yang notabene dahulu Ia beragama katholik, Ia tetap tidak meninggalkan ciri khas kekatholikan dari dalam dirinya, rendah hati dan berwibawa…
    disaat orang lain menanggalkan nama orang kudus katholik ketika pindah agama lain, namun sang WS Rendra tidak menanggalkannya, yakni nama “Willibrordus”…
    Ia memang milik semua orang, bukan hanya milik salah satu kelompok saja… Ia telah membuat karya – karya nyata dalam hidup di dunia ini yang terkenang dan tak lekang oleh waktu!!

    ulasan tentang orang katolik tidak menyembah maria juga menambah pengetahuan saya sebagai awam…
    thx HIDUP…
    GBU all..

    Posted by bayu | 26 Agustus 2009, 10:43 am
    • Setahu saya, Rendra mengganti namanya dari “Willibrordus Surendra” (WS) menjadi “Wahyu Sulaiman” setelah beliau memeluk agama Islam walau orang-orang dekatnya tetap menyapanya “Mas Willy”.

      Pertanyaan saya: apakah memang sakramen ekaristi boleh dilayankan [secara khusus] bagi seseorang yang bukan umat Katolik. Memang Rendra pernah memeluk agama Katolik. Dan dia adalah orang “besar”. Apakah hal itu yang menjadi alasan pelaksanaan sakramen ekaristi tersebut?

      Terimakasih.

      Posted by alof | 28 Agustus 2009, 2:43 pm
  2. Puisi Rendra yang kurang dibahas adalah Nyanyian Angsa. Padahal puisi ini luar biasa.

    Mau dibaca sebagai puisi, dipentas sebagai drama, dijadikan film, nyanyian angsa luar biasa

    Posted by Rudi Fofid | 26 Agustus 2009, 11:04 pm
  3. Sama dengan Mas Alof, pertanyaan saya apakah Sakramen Ekaristi boleh dibuatkan secara khusus untuk orang yang tidak beragama Katolik?

    Posted by derson | 8 September 2009, 3:28 am
  4. Saya mau bertanya: Bagaimana klu saya umat khatolik dari medan ingin bersekolah di yayasan khatolik di jayapura?

    terima kasih.

    Posted by alice angeline | 10 September 2009, 4:32 am
  5. Saya agak penasaran, kenapa Rendra harus hijrah dari Katolik ke Islam, walau harus diakui bahwa formasi katoliknya telah menyiapkan dia untuk menjadi sastrawan besar. Semoga Kristus menerimanya di sisiNya….

    Jabat Erat

    Rudy Rahabeat sahabat Rudy Fofid
    Kami dari Tanah Evav Maluku

    Posted by Rudy Rahabeat | 24 Oktober 2009, 12:40 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: