//
archives

Archive for

Rasul Paulus

Paulus1Sajian Utama:

Tiga kali Rasul Paulus menjalankan misinya di sekitar Balkan, sebelum menuju ”pusat kekuasaan” di Roma. Misi Paulus adalah membawa ajaran Yesus keluar dari lingkungan Yahudi. Perjalanan Paulus inilah yang direkonstruksi Peter Walker menjadi sebuah karya jurnalistik dan mudah dicerna oleh generasi sekarang. Siapakah Paulus? Rasul Paulus atau sering disebut Santo Paulus dari Tarsus, adalah etnis Audi kelahiran Tarsus (Turki). Lukas dalam Kisah Rasul mengatakan Paulus lahir di Tarsus, ibukota provinsi Kilikia, Asia Kecil (Kis 22:3; 21:39). Informasi ini menjelaskan latar belakang Yunani-Helenis Paulus sekaligus keyahudiannya. ”Tarsus itu kota besar dan makmur, pusat kebudayaan, filsafat, dan pendidikan Yunani. Di situ juga ada koloni Yahudi yang berkecimpung dalam perdagangan dan kerajinan. Paulus mahir membuat kemah. Ia pun mahir menulis dalam bahasa Yunani tingkat tinggi. Retorika dalam surat-suratnya pun hebat,” demikian Prof Dr Martin Harun OFM.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Napak Tilas Misi Paulus

Tiga kali Rasul Paulus menjalankan misinya di sekitar Balkan, sebelum menuju “pusat kekuasaan” di Roma. Misi Paulus adalah membawa ajaran Yesus keluar dari lingkungan Yahudi….

Pribadi Paulus Menurut Kitab

Lapangan misi Paulus menyebarkan Injil adalah dunia seluas-luasnya. Tugas itu tidak dilakukannya sendiri. Ia mengandalkan jaringan kerjasama dan memberdayakan jemaat lokal mampu melakukan evangelisasi sendiri di daerahnya… Baca lebih lanjut

Iklan

Rendra (1935 – 2009)

Rendra1 (Melihat sampul besar klik saja)Sajian Utama:

”HARI ini, kami mengadakan Misa untuk mengenang Mas Willy dan mendoakan arwahnya. Besok malam, saudara- saudara yang Muslim akan mengadakan tahlilan. Mas Willy memang milik semua orang. Jadi, yang mendoakannya juga banyak orang,” kata Adi Kurdi usai perayaan Ekaristi, tujuh hari meninggalnya W.S. Rendra. Selain sebagai adik ipar, Adi Kurdi adalah pengagum dan ’murid’ Rendra di Bengkel Teater. Kata Adi Kurdi, sebelum meninggal, Rendra sempat mewariskan sebuah puisi. Puisi itu ia  buat saat dirawat di rumah sakit, Jumat, 31/7. Rendra mengujarkan puisi, sementara Adi Kurdi menuliskannya di secarik kertas. Baris terakhir berbunyi: ”Tuhan, aku cinta  ada-Mu.” Agama, bagi Rendra, tak berhenti pada firman, tapi harus mewujud dalam ucapan, tindakan dan karya. Pada Sajian Utama edisi ini, kami juga memuat secara utuh salah satu karyanya yang bersentuhan dengan kekatolikan, yakni Khotbah.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

“Tuhan, Aku Cinta, Pada-Mu”

Bulan bersinar separuh. Malam pun mulai luruh. Kidung pembuka perayaan Ekaristi telah ditabuh. Rumah di Perumahan Sukamaju Permai, Depok Timur, Jawa Barat itu dipenuhi sekitar 30 umat pada Rabu malam, 12/8. Mereka adalah sanak kerabat Agustinus ’Abah’ Adi Kurdi, sang pemilik rumah, dan warga lingkungan sekitar…

Pemberontakan Rendra

SEJAK masih kanak-kanak, Rendra sudah memberontak terhadap sang ayah Brotoatmodjo. Bagi sang ayah perilaku anaknya ini terlalu “nyleneh” dan menyalahi pakem tata pergaulan Jawa…. Baca lebih lanjut

Agama Marapu

Agama-Marapu1 (Melihat sampul besar klik saja)
Sajian Utama:
HAMPIR di setiap sudut pulau Sumba bisa dijumpai batu-batu besar bertiang dan batu-batu yang ditancapkan ke tanah. Semua ornamen masa lalu itu menjadi bagian erat dari kehidupan hampir 30 persen dari 611.422 jiwa penduduk Pulau Sumba yang menganut agama Marapu. Marapu adalah agama asli orang Sumba, yang mengkultuskan arwah nenek moyang sebagai perantara untuk memuja yang Maha Pencipta. Keyakinan para penganut agama asli Sumba pun tergerus dan sebagian besar lalu beralih keyakinan. Meskipun begitu, komunitas-komunitas Marapu, terutama kaum tua, masih tetap eksis dan menjalankan iman kepercayaan mereka hingga saat ini. Tim Evangelisasi Keuskupan (TEK) Weetabula bertugas merumuskan program khusus kunjungan ke orang-orang Marapu. TEK juga berkeliling memberi motivasi kepada Dewan Paroki untuk secara khusus memperhatikan orang-orang Marapu. Uskup Weetebula, Mgr Edmund Woga CSsR yang ditahbiskan Kamis, 16/7, adalah ahli Marapu. Ke depan, bagaimana prospek hubungan Katolik dan Marapu?

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Benteng Megalitik Marapu di Sumba

Pesona Sumba tidak hanya terletak pada seribu ekor kuda yang merumput di padang savanna, juga pada kekayaan tradisi Marapu dan hasil budaya megalitiknya. Ketika menapaki sebuah bukit, persis di tengah Kota Waikabubak, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat, era modern terasa seolah lenyap…

Dari Stefanus Marapu ke Stefanus Katolik

SOSOK pemuda hitam manis ini mungkin aneh. Saat lahir di Desa Kaninubaru-Katikuluku-Sumba Timur pada 16 Juli 1985, orangtuanya langsung memberi nama Stefanus Kambaru Windi. Padahal, mamanya, Kongaatandewa dan bapanya, Lairia adalah penganut agama Marapu tulen….

Kedekatan Katolik dengan Marapu

Sejak dibentuk Tim Evangelisasi Keuskupan, Marapu ke Katolik tampak mengalir deras. KAPUARATU adalah stasi, 6 km dari pusat Paroki Sang Penebus Wara di Kota Waingapu, Sumba Timur. Saat ini, jumlah umat mencapai 169 orang (33 KK). Umat stasi yang terbentuk pada 2000 ini merupakan perpindahan dari penganut Marapu. Setiap tahun, sekitar 15 orang memeluk Katolik. Perkembangan yang sangat berarti ini terjadi setelah umat setempat membangun kapel yang diresmikan 26 Desember 2000…

Ya, Kita Terima Baca lebih lanjut

Jesuit itu Pendosa

JesuitSajian Utama: YESUIT itu ndableg, angel kandanane (sulit dinasihati). ”Pokoknya, Yesuit itu sontoloyo!” Itulah sekelumit ungkapan terbuka dari para sahabat Yesuit yang terekam dalam film dokumenter besutan Studio Audio Visual (SAV) Puskat Yogyakarta berjudul Pergilah dan Kobarkanlah Dunia. Ungkapan-ungkapan terbuka itu adalah bukti kedekatan para Yesuit dengan para sahabatnya. Film ini dibuat dalam rangka 150 tahun Serikat Yesus (SJ) Indonesia. Puncak acara Jubileum ini sendiri berlangsung 20 Juli 2009. Sekitar 1.500 umat, termasuk pastor, bruder, frater, dan suster menghadiri Perayaan Ekaristi di halaman Kampus III Paingan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Lantunan megah lagu Yerusalem Lihat Rajamu mengiringi perarakan para petugas liturgi dan para imam menuju altar. Di dalam barisan tampak 12 imam dan dua bruder Yesuit yang hendak mengucap kaul akhir. Di akhir barisan terlihat Provinsial SJ Indonesia Pastor R.B. Riyo Mursanto SJ, Pater Jenderal SJ Adolfo Nicolás SJ, Mgr Julianus Sunarka SJ, Mgr Ignatius Suharyo Pr, dan Julius Kardinal Darmaatmadja SJ.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

“Ite, Inflammate Omnia”

Mentari menyembul hangat di ufuk timur Kota Gudeg, Yogyakarta, Senin, 20/7. Satu per satu umat hadir memenuhi tenda di halaman Kampus III Paingan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Rimbunnya pepohonan menambah keasrian suasana pagi itu. Nuansa warna merah dan putih menghiasi sudut-sudut tenda…

Kaul Akhir 14 Yesuit

Usai lagu Anak Domba Allah, 14 Yesuit melangkah maju di depan altar. Didampingi Socius Provinsial SJ Indonesia, Pastor E. Azismardopo SJ, mereka berlutut di hadapan altar….

Tuntutan Tiga Keunggulan dari Jenderal Baca lebih lanjut