//
you're reading...
Uncategorized

Nasib Anak Tak Berayah

Nasib-Anak-Tak-Berayah

Sajian Utama: Hingga paruh 2009 ini, PIA Betlehem Bongsari, Semarang, mendampingi delapan perempuan yang mengalami kehamilan tak diinginkan (KTD). Para suster Penyelenggaraan Ilahi (PI) menerima dan mendampingi mereka di dalam rengkuh kasihnya. Demi bayi-bayi yang dikandungnya, calon-calon ibu mendapat pengasuhan yang semestinya. Lantas, bagaimana nasib anak-anak itu setelah lahir? Anak-anak itu lahir, namun jalan hidup mereka tidak sama. Misalnya, Gita, Evan, dan Fajar. Pendampingan yang sama juga dilakukan oleh Suster-Suster Gembala Baik. Di Villa Shallom, kini tinggal tujuh perempuan. Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyatakan, pelayanan seperti ini seharusnya tidak sekadar mendapatkan apresiasi. Negara harus mendanai pelayanan semacam ini.

Ringkasan Sebagian Isi Majalah:

“TAJUK”

KEHIDUPAN adalah hak fundamental manusia. Manusia menjadi benar-benar ’manusia’ ketika dia memperoleh kehidupan. Hidup manusia itu harus utuh…

…. Dalam konteks yang seimbang di atas, sekarang kita bicara mengenai ibu dan bayi-anak yang ’tidak beruntung’. Yaitu, seorang ibu yang tidak merencanakan dan ’terpaksa’ hamil. Apa pun situasi yang melatarbelakangi, dalam situasi itu sang ibu akan menderita. Penelitian terbaru juga mengatakan, bayi yang tidak diinginkan sudah membawa luka sejak dikandung dalam rahim sang ibu. …

(Kabar Jakarta) “TIDAK GEGABAH MENUDUH”

Gejala maraknya aliran sesat diwaspadai umat Paroki St Arnoldus Bekasi. Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) setempat menyelenggarakan
seminar tentang Bidaah di Zaman Modern dan Bagaimana Menghadapinya, Minggu, 24/5. …

(Kabar Jakarta) “Youth Cup Menyedot Orang Muda”

Komisi Panggilan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengadakan ’Youth Cup’ di Sunter. Kegiatan kreatif berupa olah raga dan seni ini dirancang untuk menggugah panggilan di kalangan orang muda. BEROLAH Raga dalam Kristus, demikian tema Youth Cup, di Wisma Salesian Don Bosco Sunter, Jakarta Utara, pertengahan Mei lalu. Acara berhasil menyedot antusiasme orang muda dari 30 paroki di KAJ. …

(Nusantara) “Refleksi Pemuda Antariman”

Para pemuda dari berbagai agama berefleksi untuk mencari makna pluralisme di Desa Loklahung dan Desa Muara Ulang, Kecamatan Loksado, kawasan Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan….

(Eksponen) Ahmad Suaedy: Belajar dari “Kiai Kampung”

Suaedy dibesarkan dalam lingkungan pesantren di Kebumen, Jawa Tengah. Letaknya berseberangan dengan sebuah gedung gereja Protestan. “Tidak pernah ada masalah antarkeduanya,” ujarnya. Di pesantren ini, Suaedy tidak diperbolehkan
nonton TV, mendengarkan radio, baca koran, dan baca buku. Hanya
majalah Kiblat dan Panji Masyarakat yang diperbolehkan. …

(Apa & Siapa)

Fransisca Alverna: “Mesra dengan Tuhan”

Benedictus Bambang Triatmoko SJ: “Perjuangkan Sekolah Vokasi”

Angelica Pramesthiningsih: “Nikmati Gairah KOMSOS”

(Mimbar) “Maria, Riwayatmu Kini” oleh Jost Kokoh Prihatanto Pr (Penulis, Pastor Paroki St Maria Tangerang, Banten)

(Jendela) Yadapen Semarang: “Program Manfaat Pasti”

… Bagaimana dengan keluhan bahwa pensiun Yadapen itu kecil? Romo Sarwanto menjelaskan, ”Pertama-tama yang harus dilihat adalah masa kerjanya. Makin lama bekerja akan makin besar pensiunnya. Orang yang hanya bekerja 16 tahun tentu pensiunnya lebih kecil dibanding orang yang telah bekerja 30 tahun atau 35 tahun dengan pokok gaji yang sama.”…

(Mancanegara) “Paus Hadir di Facebook”

Presiden Komisi Pontifical untuk Komisi Sosial, Uskup Agung Claudio Maria Celli, Kamis, 21/5, di Vatikan, mengumumkan peluncuran website pope2you.net. …

(Jelajah Arsitektura) Gereja Santo Petrus Purwosari: “Gereja Terbuka yang Tertutup”

Kalau Anda pernah masuk Keraton Surakarta dan melihat Kompleks Sitihinggil, ada bangunan besar yang dinamakan Bangsal Ponconiti. Bentuknya persegi panjang dengan plafon melengkung dan dapat menampung banyak orang. …

(Konsultasi Keluarga) “Kebiasaan Buruk”

YANG terkasih Ibu Margaretha, saya seorang gadis berusia 27 tahun. Sudah satu tahun ini saya berpacaran dengan seorang pria, sebutlah dia A. Sejak saya berpacaran dengan A, keluarga saya merasa gembira dan berharap saya segera melanjutkan hubungan ke jenjang perkawinan. Secara keseluruhan, pacar saya ini sebenarnya lumayan baik. Kami sama-sama Katolik, punya pekerjaan cukup mapan, pendidikan, status sosial ekonomi,
dan usia kami tidak jauh berbeda. Sekilas tidak ada hal yang pantas menghalangi kami berdua untuk segera menikah. …

(Teropong) Fidelis Waruwu: “Ujian Nasional Tantangan Moral Bangsa”

SETELAH rangkaian ‘Ujian Nasional (UN)’ tahun ini selesai, kita pun dapat bertanya, “Apakah telah terjadi perubahan dalam mutu pendidikan kita secara nasional?” Tentu saja belum ada jawaban yang pasti. Namun, oleh karena angka kriteria kelulusan terus dinaikkan, maka mereka yang mendukung UN mengatakan, peserta-didik dan guru tentu lebih berusaha meningkatkan mutu pengajaran dan dengan demikian mutu pendidikan kita. Yang sudah pasti, UN tahun 2009 ini menelan biaya Rp 483 milliar, yang digunakan: Rp 59 miliar untuk biaya UASBN SD; Rp 296 miliar untuk biaya UN tingkat SMP, SMA, dan SMAK serta Rp 83 miliar untuk biaya para pengawas. …

Nasib-Anak-Tak-Berayah-Kecil

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: