//
archives

Archive for

Roti Padre Pio

Roti Padre Pio

Sajian Utama: PADRE Pio dikenal sebagai biarawan Kapusin yang saleh. Ia semakin dikenal sejak ia mendapat stigmata, yaitu luka-luka seperti yang diderita Yesus. Stigmata yang dialami Padre Pio adalah luka menganga di kedua telapak tangan, kaki, dan lambungnya. Konon, para biarawan hanya memiliki dua pon roti, jumlah yang jauh dari cukup. Ketika kembali dari gereja, Padre Pio membawa roti cukup banyak. Ia mengatakan bahwa seorang peziarahlah yang  memberikan roti ini. Tak seorang pun memberikan komentar, tetapi percaya bahwa hanya Padre Pio yang dapat bertemu dengan peziarah semacam itu. Hari-hari ini, semakin marak beredar ”Roti Padre Pio”. Peredaran ”roti berantai” itu sudah menembus komunitas Katolik. Adakah hubungan roti itu dengan kisah Padre Pio?

BEBERAPA KUTIPAN ISI MAJALAH:

(TAJUK)
“Takhayul Modern”
DALAM Injil Lukas, sebanyak empat kali Yesus mengucapkan kalimat: ”Imanmu telah menyelamatkan engkau”. Pertama, kalimat ini disampaikan kepada seorang perempuan pendosa, yang mengurapi kaki Yesus di rumah seorang Farisi. Kedua, kepada seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan, dan sembuh setelah menjamah jumbai jubah Yesus dari belakang. Ketiga, kepada satu dari 10 orang penderita kusta yang Ia sembuhkan. Keempat, kepada seorang pengemis buta di dekat Kota Jerikho.

(KABAR JAKARTA): Baca lebih lanjut

Iklan

KWI Tentang Pilpres 2009

Mgr-Situmorang

SAJIAN UTAMA: PARA capres dan cawapres yang akan mengikuti Pilpres 2009, pernah menduduki jabatan tinggi dalam pemerintahan RI. Dua di antaranya malahan menjadi Presiden kelima dan keenam kita. Sajian Utama kali ini memberikan catatan selama mereka menduduki jabatan ini. Kami sampaikan pula profil capres dan cawapres. Ketiga pasangan capres-cawapres juga berkirim surat ke KWI untuk berkunjung dan silaturahmi. Bahkan, Senin 1 Juni 2009, pasangan JK-Win telah berkunjung ke KWI. Bagaimana tanggapan KWI? Kepada ketiga pasangan, KWI menyampaikan subuah surat. Isinya antara lain mengenai Pengabaian Pilar-pilar Bangsa, Pendidikan yang Tidak Mencerdaskan, Lemahnya Penegakan Hukum, Perusakan Lingkungan Hidup, Kesenjangan Tingkat Kesejahteraan, Penyalahgunaan Simbol Agama. Surat itu kami muat secara utuh.

BEBERAPA KUTIPAN ISI MAJALAH:

(TAJUK)
“PESTA LIMA TAHUNAN”

MEMILIH kapten kapal. Inilah metafora yang bisa kita gunakan untuk melukiskan situasi yang berlangsung minggu-minggu ini di negara kita. Sangat penting peranan kapten kapal. Ia mengendalikan arah kapal tersebut. Sehingga proses pemilihan itu pantas kita cermati. Kita semua sedang memilih orang dengan posisi ini yang sangat signifikan…

(MIMBAR)
“Pilihan yang Minus Malum”

DI mata masyarakat, tiga pasang Capres-Cawapres Pilpres 2009 mempunyai kekuatan sekaligus kelemahan. Semua pasangan berkampanye dengan nada yang sama dalam visi: hendak menyejahterakan masyarakat,bangsa, dan negara Indonesia… Baca lebih lanjut

Freemason

Freemason

(Sajian Utama): Meski telah meninggal 26 tahun lalu, sosok Pater Beek yang punya nama lengkap Josephus Gerardus Beek SJ, masih menuai beragam tanya. Bahkan, ada yang menyangkutpautkan sosok Beek dengan kelompok Freemason. Siapakah sejatinya Pater Beek itu? Apa itu Freemasion? Dua hal inilah yang kami kupas dalam Sajian Utama edisi ini. Anggota Komisi Teologi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Pastor Prof Dr Antonius Eddy Kristiyanto OFM juga memberi penjelasan tentang sikap Gereja Katolik terhadap kelompok Freemason. Ia mengatakan, Gereja Katolik mengutuk kelompok ini. Dikutuk di sini berarti bahwa aliran ini dianggap tidak sehat, menyesatkan, dan tidak perlu diikuti. ”Yang biasanya masuk ke dalam kelompok ini adalah kelompok-kelompok elit di dalam masyarakat, pemikir-pemikir bebas, kelompok rahasia yang mendiskusikan apa saja,” demikian Romo Eddy.

BEBERAPA BAGIAN ISI MAJALAH:

(Kabar Jakarta):

“Lebih Memahami Benda Liturgi” [Paroki Sathora Bojong Indah mewarnai peringatan Bulan Liturgi Nasional (Bulitnas), Hari Kebangkitan Nasional, dan Hari Komunikasi se-Dunia, dengan mengadakan pameran benda-benda liturgi dan Misa Inkulturasi. …]

“Mencari Pemimpin Berkarakter” Baca lebih lanjut

Nasib Anak Tak Berayah

Nasib-Anak-Tak-Berayah

Sajian Utama: Hingga paruh 2009 ini, PIA Betlehem Bongsari, Semarang, mendampingi delapan perempuan yang mengalami kehamilan tak diinginkan (KTD). Para suster Penyelenggaraan Ilahi (PI) menerima dan mendampingi mereka di dalam rengkuh kasihnya. Demi bayi-bayi yang dikandungnya, calon-calon ibu mendapat pengasuhan yang semestinya. Lantas, bagaimana nasib anak-anak itu setelah lahir? Anak-anak itu lahir, namun jalan hidup mereka tidak sama. Misalnya, Gita, Evan, dan Fajar. Pendampingan yang sama juga dilakukan oleh Suster-Suster Gembala Baik. Di Villa Shallom, kini tinggal tujuh perempuan. Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyatakan, pelayanan seperti ini seharusnya tidak sekadar mendapatkan apresiasi. Negara harus mendanai pelayanan semacam ini.

Ringkasan Sebagian Isi Majalah:

“TAJUK”

KEHIDUPAN adalah hak fundamental manusia. Manusia menjadi benar-benar ’manusia’ ketika dia memperoleh kehidupan. Hidup manusia itu harus utuh…

…. Dalam konteks yang seimbang di atas, sekarang kita bicara mengenai ibu dan bayi-anak yang ’tidak beruntung’. Yaitu, seorang ibu yang tidak merencanakan dan ’terpaksa’ hamil. Apa pun situasi yang melatarbelakangi, dalam situasi itu sang ibu akan menderita. Penelitian terbaru juga mengatakan, bayi yang tidak diinginkan sudah membawa luka sejak dikandung dalam rahim sang ibu. …

(Kabar Jakarta) “TIDAK GEGABAH MENUDUH” Baca lebih lanjut